Baru baru ini dunia perfilman kembali menjadi sangat menarik untuk diikuti. Dibuka dengan kembalinya sang sutradara besar Christoper Nolan, yang kali ini menggarap sebuah film epik klasik era Yunani kuno. Sobat Adzkia pasti sudah pada tahu kan filmnya apa?
Yak, film itu bertajuk “The Odyssey”. Film yang diadaptasi pada puisi epik eponim karya Homer. Salah satu karya fiksi klasik yang menjadi pondasi literasi yang masih eksis sampai sekarang. Kita akan dibawa pada petualangan raja Odysseus yang ingin kembali ke rumahnya pasca perang Troya.
Baca Juga : BELAJAR DARI KEKALAHAN ARGENTINA. MENGAPA EVALUASI LEBIH PENTING DARIPADA MENYALAHKAN KEADAAN
Meski berlatar pada dunia mitologi, kisah ini banyak mengambil peranan pada kehidupan sehari hari. Khususnya pada jiwa kepemimpinan dan komitmen pada goals ke depan. Seperti gaya kepemimpinan raja Odysseus yang berkharisma dan juga komitmennya pulang dengan selamat ke Itacha.
Cerdas dan Strategis
Karateristik yang paling melekat dari seorang Odysseus adalah kecerdasannya. Ia lebih sering menyelesaikan masalah dengan akalnya daripada harus menggunakan otot. Odysseus juga seorang manipulatif yang pemberani dan juga punya intelektual yang tinggi. Seringkali ia secara terbuka mengevaluasi suatu situasi, menunjukkan logika yang ia gunakan dalam membuat pilihan.
Strategi taktis cemerlang nya terbukti ketika ia sebagai salah satu konseptor pada kuda Troya yang dirancang untuk memukul mundur pasukan Troy.
Obsesi pada Suatu Hal
Odysseus adalah karakter yang sangat ambisius pada keingintahuan. Ia bahkan rela berbohong pada keluarganya sendiri agar mendapatkan sesuatu yang ingin ia gapai. Ia rela membayar harga obsesi nya seperti bersikeras untuk mendengarkan panggilan Siren. Dalam mitologi Yunani, Siren adalah makhluk berbahaya dan memikat. Mereka menyanyikan lagu hipnotis untuk memikat para pelaut menuju kematian mereka. Odysseus yang terkenal mengikat dirinya ke tiang kapal untuk mendengarkannya.
Odysseus juga termasuk pada rangkaian kontradiksi hidup. Karakter yang lebih terlihat relate pada kehidupan modern daripada stereo type karakter pahlawan pada umumnya.
Komitmen dan Mentalitas Kuat
Secara garis besar plot cerita pada film ini mengajarkan bagaimana cara menggapai sesuatu yang besar dengan tekad yang tak pernah pudar. Seperti motivasi seorang Odysseus yaitu kembali ke rumah, bertemu istrinya Penelope serta anaknya dan hidup sejahtera di Itacha. Tapi harganya sangat besar dan hampir mustahil digapai, karena setiap langkah di sepanjang jalan adalah ujian lain, dan terkadang pertempuran lain.
Di dunia Homer, sistem peradilan tidak pernah ada dibuat. Kekuatan biasanya yang menentukan kebenaran, yang kuat akan selalu menang. Odysseus seringkali hanya punya dua pilihan pada prinsipnya, kemenangan atau kematian.
Kebijaksanaan Hidup
Odysseus tumbuh dengan kebijaksanaan dan penilaian sepanjang petualangannya. Odysseus adalah perpaduan antara pria yang mandiri dan percaya diri serta perwujudan standar, pada budaya dan adat istiadat di zaman itu.
Berkat kebijaksanaan itu, Odysseus sangat disukai oleh para dewa dan dikagumi oleh para manusia. Bahkan murka nya Poseidon tidak menghalangi kepulangannya ke Itacha.
Mengapa Odysseus Disebut Pahlawan?
Sobat Adzkia, perlu kalian tahu. Odysseus adalah tokoh yang tidak seharusnya menjadi pahlawan. Karena dengan semua karakteristiknya sebagai manusia teladan, tidak selalu melekat padanya. Bahkan banyak sifatnya yang bertentangan dengan ekspektasi normal seorang pahlawan Yunani. Nah, mengapa Odysseus bisa menjadi role model pada manusia modern?
Nah analisis Minkia pada karakter ini adalah, sifat keberaniannya ketika melawan sesuatu yang mengancam kekuasaannya, didukung oleh kemampuan yang luar biasa seperti, memiliki busur panah yang bahkan tak bisa ditarik oleh para musuh musuhnya, kecerdikannya melihat situasi yang penuh tipu daya tapi cerdik seperti masuk kedalam patung kuda troya yang dimana tidak ada yang memikirkan itu akan terjadi.
Dedikasinya pada kesetiaan yang tak pernah berubah dari awal. Prinsipnya satu, yaitu pulang kerumah bersama para anak buahnya dengan selamat dan kesetiaannya pada istri dan anak tak pernah goyah ia tumbangkan walaupun banyak halauan rintang yang tak pernah selesai.
Terakhir, keberuntungan dari segi rohaniawan. Para dewa yang suka melihat karakter Odysseus sebagai manusia apa adanya dan sampai akhir ia dibantu oleh jalan dewa seperti Hermes dan Athena serta para dewa di Olympus yang diam diam membantu.
Relevansi Pada Dunia
Kita mempunyai kadar karakteristik yang berbeda beda. Ada yang punya bakat luar biasa, ada yang punya tekad yang besar, dan ada yang punya empati luas dalam melihat sesuatu. Itu semua kita dapatkan pada tuhan yang memberi porsi adil pada diri manusia.
Kecerdasan, Kegigihan, loyalitas, itu semua akan tampak ketika kamu menyadari rasa resah, rasa ingin tahu, dan perasaan yang tak pernah kamu dapat sebelumnya. Disitulah dunia akan perlahan mulai mencarimu.
***
BIMBINGAN KONSULTASI BELAJAR ADZKIA
- Bimbel Super Intensif UTBK SNBT
- Bimbel Kedokteran
- Bimbel Persiapan Ujian Mandiri
Jalan Hayam Wuruk No. 15 AB Medan, Sumatera Utara
Mobile Phone Or WhatsApp: 08116714445
