BELAJAR DARI KEKALAHAN ARGENTINA. MENGAPA EVALUASI LEBIH PENTING DARIPADA MENYALAHKAN KEADAAN

Kekalahan selalu terasa menyakitkan, apalagi jika terjadi di momen yang paling menentukan. Bayangkan kegigihan yang selama ini kita raih, kita korbankan, dan selalu dijaga konsistennya berakhir pahit. Hal itu yang dirasakan para punggawa TIMNAS Argentina, ketika menjamu Spanyol di partai final.

Namun dibalik dari hasil tersebut, ada satu pelajaran yang bisa dipetik bukan sebagai seorang atlet yang berjuang untuk negara saja. Tapi esensi dari sebuah kekalahan yang bisa terjadi pada kehidupan seseorang. Terkhusus untuk adik adik Adzkia yang saat ini sedang lelah pada struggle yang sedang dialami.

Kemudian bagaimana cara kita mengambil keputusan disaat kita sedang merasa hidup sedang kalah. Apakah dengan menyalahkan keadaan, kekalahan itu akan terasa hilang pada benak kita? atau malah evaluasi yang dapat melihat kekalahan sebagai bentuk yang harus dipahami orang orang?

Baca Juga : BELAJAR ALA CRISTIANO RONALDO : TIDAK HARUS PINTAR TAPI DISIPLIN

Pantaskah Kekalahan di salahkan?

Setelah sebuah pertandingan selesai dengan hasil yang tidak harapkan, banyak alasan yang menjadi penyebabnya. Ada yang menyalahkan keputusan wasit, kondisi lapangan, jadwal pertandingan, bahkan faktor keberuntungan.

Hal serupa juga datang pada ruang lingkup belajar sekolah. Kita selalu menyalahkan guru ketika metode ajarnya buat ngantuk, materinya belum diajarkan, ujiannya terlalu susah, bahkan menyalahi orangtua sendiri karena diangap tidak adil pada pilihan yang bukan kamu inginkan.

Alasan tersebut mungkin akan punya pengaruh, tapi tidak akan mengubah nilai yang sudah diperoleh. Sebaliknya, seseorang yang ingin berkembang akan bertanya pada dirinya sendiri. ” bagian mana yang belum aku kuasai? atau ” apa yang harus aku lakukan supaya tidak kalah lagi“. Pertanyaan seperti inilah yang menjadi awal dari sebuah perubahan.

Evaluasi adalah Kunci Kemajuan

Evaluasi adalah cara paling efektif untuk mengenali pencapaian diri yang berhasil dalam kemajuan kinerja kamu. Selain itu, evaluasi juga dibutuhkan dalam memahami kekurangan atau kelemahan yang selama ini terhambat pada diri kamu.

Langkah awal pada evaluasi diri adalah menetapkan tujuan yang jelas. Kamu punya data berupa indikator keberhasilan maupun kegagalan yang jelas. Data tersebut akan memudahkan kamu dalam mengevaluasi diri sehingga dalam prosesnya benar benar memahami apa yang harus ditingkatkan. Selain itu evaluasi juga sebagai refleksi masa lalu, karena kita butuh pengalaman sukses atau pegalaman masa lalu untuk bekal pengetahuan masa depan.

Peran Penting Bimbingan Belajar

Saat melakukan evaluasi, pikiran pasti berfokus pada satu hal. Yaitu memperbaiki diri sendiri. Perbaikan untuk membuat hal dari dalam diri kita itu lebih baik merupakan suatu yang penting. Tapi ada kalanya kita butuh seseorang untuk melihat apa yang beda dari kita. Feedback pada orang lain biasanya lebih objektif dan mampu menunjukkan hal yang mungkin kamu belum bisa lihat ketika ber evaluasi sendiri.

Dalam pandangan berevaluasi diri, konsep feedback merupakan salahsatu kompas kita dalam merubah diri. Wujudnya bisa dari teman, guru, publik figur, atau lembaga akademik seperti bimbingan belajar.

Adzkia adalah satu dari banyaknya reverensi kamu ingin merubah kebiasaan. Karena di Adzkia kamu bukan hanya belajar tentang materi, tetapi bagaimana caranya merubah diri sendiri menjadi lebih baik. Lewat program programnya seperti diskusi setiap hari, program prosmenu, program auto sugesti power, dan pastinya berjumpa dengan orang orang yang belum pernah kamu temui sebelumnya. Adzkia merupakan sebuah lembaga konsultasi belajar pada adik adik yang ingin merasakan konsep feedback berevaluasi.

***

BIMBINGAN KONSULTASI BELAJAR ADZKIA

  • Bimbel Super Intensif UTBK SNBT
  • Bimbel Kedokteran
  • Bimbel Persiapan Ujian Mandiri

Jalan Hayam Wuruk No. 15 AB Medan, Sumatera Utara

Mobile Phone Or WhatsApp: 08116714445

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted