Di era sekarang dapat kita temui orang orang yang belajar sangat mengedepankan “cepat siap” daripada punya mindset konsisten. Hal itu didasari pada kebiasaan repetisi dari waktu ke waktu, serta teknologi yang serba praktis membuat tubuh enggan mau mencari proses.
Salah satu budaya belajar “cepat siap” itu tumbuh, karena banyak orang orang yang mulai membandingkan kapasitas mereka pada orang lain. “Di umur segini kenapa ya dia udah sukses sementara aku masih stuck gini aja”. banyak dari kita yang memikirkan cara menjadi “dia” daripada fokus pada tujuan.
Dari mindset ini dapat kita renungi bersama bahwa cepat belajar tidak bisa menentukan arah baik dalam membangun kesuksesan. perlu pengorbanan dan pastinya konsistensi yang selalu kita bangun dlam menggapai tujuan. memang diawal awal kita merasa tak ada perubahan dalam melakukan perubahan. tapi lambat laun kita pasti paham kinerja dari diri kita dalam melakukan keputusan.
Baca Juga : SKILL YANG WAJIB DIMILIKI CALON DOKTER SELAIN NILAI AKADEMIK
Makna Belajar Yang Sebenarnya
Setiap orang pasti memiliki kemampuan kognitif dan ritme daya paham berbeda beda. Tidak semua orang bisa memahami sesuatu dalam waktu singkat. Bahkan seharusnya ilmu itu membutuhkan pengulangan dan latihan guna untuk menstimulasi otak agar tidak mudah lupa. Pemahaman yang dibangun perlahan biasanya lebih kuat, karena kita dapat memhami bagaimana ruang mekanisme yang dibangun secara detail dan dapat kita rasakan sebagai perwujudan “paham”.
Maka dari itu, belajar bukanlah perlombaan. Belajar bukanlah tempat diskriminasi. Belajar iyalah sebuah ruang untuk tumbuh dan berproses menjadi seseorag yang ingin berubah lebih baik.
Bahaya Mentalitas “Harus Cepat”
Seringkali kita membandingkan diri dengan orang lain, sampai memcunculkan rasa minder dan overthinking. Hal inilah yang membuat kita selalu mudah merasa tertinggal. Segala ketakutan yang dibangun dari rasa gagal tak bisa menyaingi.
Otak cepat lelah dan tak ayal menjadi burnout akibat terlalu memaksa diri untuk belajar secara berlebihan. Yang membuat makin buruk, kita kehilangan motivasi atau arah yang ingin dituju karena terlalu fokus untuk mendapatkan hasil instan.
Belajar tidak lagi bisa dinikmati dan focus hanya pada nilai atau pencapaian. Akhirnya kita melihat pelajaran hanya pada satu hal, yaitu beban. Pikiran pikiran seperti ini yang dapat menjerumuskan kita pada tekanan batin.
Pentingnya Konsistensi dalam Belajar
Konsistensi tidak datang secara praktis. Ia dipetik pada pohon tertinggi dan upaya kita agar tidak terjatuh saat mengambil buahnya. Konsistensi membentuk disiplin pada diri sendiri, bagaimana kita bisa melawan malas yang ada pada diri kita. Lalu membentuk kebiasaan Belajar sedikit demi sedikit tetapi rutin.
Otak lebih mudah menyerap pembelajaran secara bertahap. Maka dari itu Belajar rutin lebih efektif daripada sistem kebut semalam. Dan Pengulangan membantu stimulasi otak pada daya ingat sehingga ingatan tersebut tak pernah lupa.
Ternyata, konsistensi dapat membangun mental tahan proses. Ketika konsistenmu sudah di titik tertinggi, hal seperti rasa bosan, ingin cepat selesai, sejenak akan tertangkis pada kebiasaan yang didasari pada ketenangan dan santai. Konsistensi juga melatih kesabaran dan komitmen dan Membantu seseorang agar tidak mudah menyerah.
Baca Juga : KAMPUS FAVORIT PADA UMPTKIN 2026. TENTUKAN PILIHANMU !!
Cara Membangun Konsistensi Belajar
Membangun sebuah kebiasaan memanglah berat, apalagi berpindah pada sesuatu yang nyaman pada sesuatu yang harus dilakukan. Tapi bukan berarti tidak bisa, bukan berarti nasib atau takdir kita tetap berdiam kehidupan yang hanya sekali ini. Jadi, bagaimana caranya agar membangun konsistensi pada belajar. Berikut adzkia spill.
- Membuat target kecil dan realistis
Buat wishlist apa yang bisa kamu capai yang sifatnya bisa dijangkau, seperti menang perlombaan, lolos perguruan tinggi negeri, dll.
- Menentukan jadwal belajar sederhana
Tambah porsi belajar kamu di setiap kegitaan yang kamu rasa hari itu tidak sibuk. Dan pilih pembahasan yang tidak terlalu berat.
- Mengurangi distraksi media social
Agaknya sulit untuk tidak melihat sesuatu yang ada di sosial media. Akan tetapi cara ampuh ingin ber konsisten adalah mengurangi screen time atau bila perlu deactive sosial media yang tidak butuh di konsumsi.
- Fokus pada perkembangan diri, bukan perbandingan
Menjadi pribadi yang ingin konsisten salah satunya yaitu ppembentukan karakter pada diri sendiri. Tidak melihat pencapaian orang lain disaat kita ingin melangkah adalah sebuah awal dari perjalanan sukses.
- memberi waktu istirahat agar tidak burnout
tubuh adalah wadah terpenting dalam merubah hal yang ingin dirubah. Dengan tidak memaksakan tubuh dan istirahat yang cukup, kamu telah menyelamatkan apa yang terpenting selain belajar konsistensi.
***
Bimbingan Konsultasi Belajar Adzkia
- Bimbel Super Intensif UTBK SNBT
- Bimbel Persiapan Kedokteran
- Bimbel Persiapan masuk SMA Favorit
Jalan Hayam Wuruk No. 15 AB Medan, Sumatera Utara
Mobile Phone Or WhatsApp: 08116714445